About Me

My photo
I'm just ordinary woman who really loves reading and writing :)

Wednesday, May 22, 2013

Astaghfirullah...

May 22, 2013 0 Comments
Sedih banget rasanya, Israel dan antek-anteknya laknatullah sudah berhasil membuat orang berpikir bahwa Islam = Teroris.
Bahkan muslim sendiri pun mencurigai saudara sesama muslimnya sebagai teroris.
Semoga laknat Allah ditimpakan pada mereka..
Kini muslim pun sudah terkena doktrin bahwa menjadi mulsim yang kaffah (utuh) itu berbahaya.
Bahkan mereka enggan mengenali agamanya, enggan mengikuti sunnah Rasul Nya.
Enggan mengambil Al-Qur'an sebagai jalan hidup mereka.
Ya Allah, semoga aku tidak termasuk dalam golongan itu.
Dunia Barat telah berhasil menjauhkan muslim dari Islam.
Memasukkan paham-paham sekuler dan liberal mereka.
Hal-hal tabu dan melanggar syari'at telah dianggap hal biasa,
dosa-dosa sudah tidak dipedulikan lagi,
sudah tidak ada rasa takut lagi bermaksiat dan justru menjadi budaya.
Ya Allah...
Dari dosa-dosa kecil yang diremehkan sampai dosa-dosa besar yang tanpa rasa malu dilakukan secara terang-terangan..
Apakah semua orang telah lupa hakikat penciptaan manusia?
Ya Allah, seandainya Engkau tidak memberi petunjuk, maka siapa yang akan menyelamatkan aku dari azabMu yang pedih?
Sedih sekali melihat dunia saat ini..
seandainya bisa memilih menghadapMu maka aku lebih suka meninggalkannya (dunia ini).
Karena aku merasa sangat terjebak dan terbentur oleh dosa-dosa..
seolah-olah umur yang panjang sekali-kali tidak bisa memberi manfaat untuk mencapai keridhaan Allah..
ya Allah bimbinglah hamba Mu ini selalu..
tetapkan hati hamba di atas agama Mu
Teguhkanlah iman hamba dan ridhailah hamba dalam keistiqomahan..
Ya Allah,, hindarkanlah aku dari fitnah dunia ya Allah..
Ya Allah ampunilah dosaku...
Aamiin...

Friday, May 10, 2013

Book Review: Bagaimana Seorang Muslim Berfikir?

May 10, 2013 0 Comments

Book Review: Bagaimana Seorang Muslim Berfikir?
by Harun Yahya









"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya"
~QS Ar Ruum 30: 7-8~
Buku ini mengajak kita untuk memikirkan, tujuan-tujuan manusia diciptakan.. untuk apakah kita diciptakan oleh Allah? apakah kita hanya akan dibiarkan begitu saja? tanpa bertanggungjawab? untuk apa Allah menciptakan bumi ini, dengan kesempurnaannya sebagai tempat tinggal untuk manusia? dengan keindahannya? untuk apakah manusia diberi akal pikiran? diberi tubuh yang sungguh luar biasa sempurna?
Allah menguji kita dengan semua ini, untuk menyadari bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan kita, mencukupi kebutuhan kita, memberi kita pelajaran berharga...

Saturday, April 6, 2013

Book Review: Buku Pintar Hari Akhir

April 06, 2013 0 Comments
Book Review: Buku Pintar Hari Akhir
by: Dr. Abdul Muhsin Al-Muthairi





Indeed, setiap muslim seharusnya membaca buku ini atau semacamnya. Jangan sampai sebagai seorang muslim 'jahil' mengenai agamanya. Sebab Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, telah memberikan ilmu Nya kepada manusia untuk menghadai segala fitnah dunia dan memberikan kisi-kisi, soal, bahkan kunci jawaban untuk semua ujian Nya dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah!
Buku ini membuat saya sadar, bahwasanya banyak sekali amal-amal yang terlalaikan oleh muslim, padahal nilainya begitu besar di sisi Allah, yang akan menambah nilai (berat) timbangan di akhirat, yang menentukan apakah kita akan masuk ke surga Allah, atau tergelincir ke neraka jahannam...
Sesungguhnya, jika setiap muslim mau mempelajari, Al-Qur'an dan sunnah telah memberitahukan pada kita, apa yang akan kita hadapi di akhirat nanti, betapa mengerikan semua itu, seandainya kita tidak mendapat ilmu nya, di hari di mana Allah menampakkan wujud Nya pada hamba Nya untuk pertama kali, di hari di mana semua amal kita harus dipertanggungjawabkan, dari yang paling kecil sampai yang paling besar, tak terlewatkan, apakah itu amal yang baik atau yang buruk. 

Wednesday, March 27, 2013

Renungan

March 27, 2013 0 Comments
Seperti hendak mengatupkan gigi-gigi dan mengunci mulutku
Menahan agar tak meluncur sepatah kata pun
Sebab lebih baik diam daripada berkata buruk
Sebab lebih baik diam daripada menanggapi omongan orang-orang yang berghibah
yang memfitnah
yang memperturutkan prasangka.
Sebab setiap kata akan dimintai pertanggungjawabannya.
Sebab Malaikat tak pernah lengah mencatat.
Pada saat hari dihisabnya semua amal perbuatan.
Bahkan kulit pun akan jadi saksi maksiat yang dilakukan.
Ya Allah bantulah telingaku untuk menghindari mendengar celoteh mereka
Ya Allah bantulah mulutku untuk berbicara yang baik dan menghindari bergunjing
Sebab begitu takut akan azab Mu
aku banyak berpikir tentang segala hal
semoga yang nantinya aku lakukan menurut keyakinanku ini
adalah jalan yang Engkau ridhai
adalah peringatan yang dulu disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan aku mengikuti sunnah nya

Indahnya Al-Qur'an

March 27, 2013 0 Comments

 Sedang sangat suka dengan terjemahan Shahih International untuk Al-Qur'an... Indah sekali sungguh kalimat-kalimat Allah.. SubhanAllah.. Masha Allah, Allahu Akbar...
ini kutipan salah satunya :') 
Allah sungguh Raja Rima.....

Surat Al-'Infiţār (The Cleaving)


When the sky breaks apart
And when the stars fall, scattering,
And when the seas are erupted
And when the [contents of] graves are scattered,
A soul will [then] know what it has put forth and kept back.
O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous,
Who created you, proportioned you, and balanced you?
In whatever form He willed has He assembled you.
No! But you deny the Recompense.     
And indeed, [appointed] over you are keepers, 
Noble and recording;
They know whatever you do.
Indeed, the righteous will be in pleasure,
And indeed, the wicked will be in Hellfire.
They will [enter to] burn therein on the Day of Recompense,
And never therefrom will they be absent.
And what can make you know what is the Day of Recompense?
Then, what can make you know what is the Day of Recompense?
It is the Day when a soul will not possess for another soul [power to do] a thing; and the command, that Day, is [entirely] with Allah . 
   
    

Tuesday, March 26, 2013

Book Review: Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran (Ever Thought about the Truth)

March 26, 2013 0 Comments


Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran (Ever Thought about the Truth)

by: Harun Yahya




Buku yang luar biasa... pada intinya memang Manusia benar-benar dalam kelalaian terhadap urusan akhiratnya dan hanya memprioritaskan urusan dunia. Melihat segala sesuatu baik menurut ukuran manusia, tetapi tidak melihat kebaikan dalam pandangan Allah. Sedikit sekali manusia memperhatikan urusan akhiratnya, dan ketika hari kiamat muncul maka mereka baru sadar bahwa mereka telah tertipu kehidupan di dunia dan melupakan akhirat....
Buku ini mengajak kita untuk merenung isi Al-Qur'an dan memahami petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, untuk apakah sebetulnya pnciptaan manusia. Buku ini menyeru manusia untuk kembali kepada fitrahnya sebagai hamba Allah, kembali pada Al-Qur'an, mengambil Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Dalam buku ini juga dijelaskan sekelumit (sekilas) berita mengenai ketiadaan waktu dan realitas takdir (lengkapnya ada di buku Harun yahya-Ketiadaan Waktu dan Realitas Takdir). Juga keajaiban penciptaan Lebah, Unta dan Nyamuk.

Friday, March 15, 2013

Books To Read!

March 15, 2013 0 Comments
Itulah mengapa buku-buku agama dan motivasi (islami) menjadi penting
Kadang kamu melakukan kesalahan-kesalahan dalam hidup, dosa-dosa besar dan kelalaian-kelalaian bukan karena kamu orang yang buruk atau jahat, tapi kamu tidak berlimu.



Bacalah aturan-aturan dan pedoman hidupmu dalam buku-buku Islam, pengetahuan, motivasi dan yang paling utama baca Al-Qur'an dan Al-Hadist.
Buku-buku kisah hidup Nabi SAW juga sangat penting untuk meneladani sikap hidup Beliau.

Buku-buku bukan cuma sekedar pengisi waktu saat kamu senggang, jadi carilah buku yang akan memberimu manfaat.
Novel-novel tebal penuh khayalan dan fantasi hanya akan membuatmu banyak berangan-angan, tetapi buku-buku Islam dan motivasi islam memberimu cara berfikir yang baik, membantumu mengingat Allah, ingat mati, membuang pikiran-pikiran negatif, membentukmu lebih bijaksana dan dewasa.
Ibarat sebuah pesawat terbang yang mengudara menemukan landasan untuk mendarat.
Di sanalah kau letakkan ilmu-ilmu yang kau dapatkan.




Bukankah perjuangan melawan hawa nafsu untuk menghindari pikiran-pikiran dan perbuatan negatif juga merupakan jihad?

Seungguhnya, buku-buku yang aku baca selama ini bertindaj sebagai murabbi dan reminder buatku.
Mereka memberiku pengetahuan mengenai baik dan buruk, mengingatkan aku untuk selalu istiqamah di jalan yang benar, menarikku keluar dari aktivitas-aktivitas yang cenderung menyiakan waktu.
Mencoba sekeras-kerasnya untuk menahan diri dari mendekati 3 pembunuh:
> Mencela
> Mengkritik, dan
> Membanding, bandingkan!
Meskipun sulit, tetapi jika bisa menghindari, Allah SWT pasti tidak akan menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan (Aamiin...InsyaAllah).

Aku hanya berdoa, memohon kepada Allah agar Allah menganugerahi aku keistiqomahan, kecintaan pada ketaatan pada Nya, kerinduan pada pertemuan dengan Nya dan Rasul Nya...
Aamiin ya Allah....
jauhkan aku dari godaan Syaitan yang terkutuk....

Thursday, March 14, 2013

The Thing That Sets Me Apart From The Crowd

March 14, 2013 0 Comments
#Day 6 Writing Challenge

Yeah, that words really have meaning for me. I always feel that I set myself apart from the crowd. 
 

Just because I feel that I am different :)
When people still love wasting their time watching TV, I love to read book in my room better.
When my friends love to travel around, laughing, take pictures and waste their money for entertainment,
I love to stay at home, or go to my parents' house and take my mother to shop, buy her things, or buy books to read!
Yeah... my habits and my behave are things that sets me apart from the crowd.

Sometimes, I also think about something that people don't even think about.
This thing is about beliefs.

I learn Islam more than people around me
I read many books, I try to picture and practice it more than people do.
I think that I am too cautious about sin.

I am so careful with what I can eat, what I can't.
What I deserve, what I don't,
What I may do, What I may not
something like that. 
That sets me apart from the crowd.

I think, not all people could understand why I was being so punctilious
I never told them why.
I just do things my way, as I believe it.
As long as it didn't bother them :)

I just do right thing anyway ~

Saturday, March 9, 2013

~My Beliefs~

March 09, 2013 0 Comments
#Day 5 Writing Challenge

Ketika berbicara tentang "beliefs" atau kepercayaan, "way of life", saya memiliki banyak hal yang ingin saya ungkapkan, tetapi tak tahu dari mana harus saya mulai.
saya orang dengan pemikiran rasional.
Apa yang ditanam, itulah yang dituai.
Saya percaya pada kekuatan besar dan tunggal yang dimiliki semata oleh Allah SWT terhadap hamba Nya.
Saya percaya Allah SWT menyukai keseriusan dan fokus.
Untuk mencapai segala sesuatu, orang perlu serius, tidak banyak main-main.
Hal ini tertanam kuat dalam pikiran dan jiwa saya, sehingga saya kadang menjadi orang yang kelewat idealis.
Saat saya sedang menginginkan sesuatu, atau memiliki hajat tertentu, biasanya saya lalu mendorong diri saya untuk prihatin.
Prihatin bukan berarti hidup susah, prihatin itu tidak bersenang-senang secara berlebihan.
Pemikiran tentang prihatin ini menancap di hati saya.
Pengalaman saya ketika SMA menjadi bukti bahwa pikiran saya terprogram dengan aksi prihatin ini :D

~~ Saat itusaya harus mengikuti ujian masuk suatu universitas negeri di Jogja. Ibu memperingatkan saya untuk prihatin. Prihatin di sini adalah saya dilarang Ibu mengikuti hawa nafsu saya ingin mengikuti ujian sambil sekalian berwisata. Kebetulan memang Jogja kan tempat wisata. Ibu mengingatkan saya, "fokuslah pada ujian, jika ingin main, nanti kalau kamu sudah diterima di universitas itu, toh bisa seribu kali jalan-jalan di sana sampai kamu bosan." Saya membenarkan nasehat Ibu. Ujian perlu keseriusan dan kesungguhan di samping usaha belajar. Namun, ternyata saya tidak bisa menepati prinsip prihatin saya waktu itu. Teman saya, yang waktu itu berangkat ujian bersama saya, mengajak saya jalan-jalan ke Malioboro seusai ujian. Saya tidak bisa menolak karena kami berjanji berangkat dan pulang bersama. Saat itu, saya merasa gagal sebelum pengumuman kelulusan diumumkan. Saya terus memikirkannya dan menyesalinya, dan benar, saya GAGAL masuk universitas tersebut. Saya dan teman saya itu sama-sama TIDAK LOLOS! Pelajaran yang sangat berharga bagi saya tentang sebuah "beliefs" yang seharusnya saya pegang teguh.~~

Ketika lalu saya mengikuti ujian masuk untuk kedua kalinya, meski di Universitas yang berbeda, saya berusaha untuk benar-benar menjaga prinsip saya itu. Saya harus prihatin, fokus pada tujuan saya, sehingga Allah berkenan mengabulkan doa saya. Dan Alhamdulillah, saya LULUS kali ini :)

Aksi "prihatin" aka "tidak bersenang-senang sebelum tercapai tujuan" tetap saya pegang sampai saat saya harus mengikuti ujian skripsi. Bahkan sejak saat saya menempuh pembuatan skripsi itu. Saya ingat waktu itu saya sedang keranjingan nonton bioskop, lalu saya melarang diri saya nonton bioskop sebelum saya benar-benar telah lulus ujian skripsi. Saya tidak akan ke Mall sebelum saya ujian skripsi dan pantangan-pantangan lain, bahkan nonton tv pun saya kurangi atau kalau bisa dihilangkan.
Alhamdulillah... semua itu membuat saya lebih mudah lulus karena saya fokus.
Sayangnya, ketika menempuh ujian thesis di S2, saya sudah tidak membebani diri saya dengan aksi-aksi prihatin ini, dan memang saya tidak benar-benar puas dengan sekolah saya itu. Sampai saya lulus meskipun menyandang predikat "cumlaude", saya tetap saja merasa telah gagal menempuh S2. Hal ini dikarenakan banyak sekali hal yang pada akhirnya mengecewakan saya. Saya pun merasa bahwa dalam jenjang pendidikan ini saya kurang serius dan tidak fokus pada studi di akhir semester.

Saya percaya segudang prinsip dalam hidup. Saya sering memaksa diri saya bersikap positif. Misalnya saya berusaha selalu membuang sampah pada tempatnya, antri di tempat umum, menaati peraturan lalu lintas, datang ke kantor atau ke sebuah acara tepat waktu, salat di awal waktu, melaksanakan dinas luar sebaik-baiknyadan se-ideal mungkin (tidak ada istilah jalan-jalan saat DL, kecuali dipaksa), dan menegur orang yang berbuat kesalahan atau merokok di tempat umum. Bagi sebagian orang, sifat saya ini amat sangat menyebalkan, bahkan cukup dibenci :D

Saya percaya bahwa kemalangan yang menimpa saya di suatu waktu adalah akibat perbuatan buruk/ dosa saya di masa lampau, sehingga saya seringkali menyesali sesuatu dan banyak mengambil hikmah.
Saya percaya, segala sesuatu bisa dipelajari. Dengan belajar, semua hal bisa kita lakukan. Dengan membaca kita bisa memahami hal yang bahkan tadinya di luar jangkauan kita.

Membaca bagi saya juga sedikit banyak merupakan sarana untuk menasehati diri sendiri. Setelah mempelajari Islam dengan baik, saya mulai mengatur bacaan saya. Saya hanya akan membaca buku-buku yang bermanfaat baik untuk kesehatan spiritual juga untuk menjaga keistiqomahan. Terkadang kita tidak perduli karena tidak tahu, kita tidak menyayangi karena tidak mengenal. Maka cari tahu dan kenalilah Islam, agar perduli dan juga cinta.
Sejak saya memilih-milih bacaan saya, saya jadi bisa menilai bacaan yang bermanfaat dan yang hanya buang-buang waktu. Lalu saya hanya akan membaca yang bermanfaat. Bermanfaat bagi saya adalah bisa menambah kecintaan saya pada Allah dan Islam, menambah ilmu agar saya bersyukur.
Tidak ada yang sia-sia dari mencari ilmu. Buku adalah jendela dunia. Al-Qur'an adalah pedoman hidup. Al-Hadis adalah tauladan. Memanfaatkan waktu dengan baik adalah wujud syukur. Tidak lalai adalah jihad yang sangat berat.  Tidak menyia-nyiakan waktu adalah keberuntungan. Maka siapa yang bisa memncari aktivitas bernilai apalagi bernilai ibadah adalah orang yang cerdas.
Dunia ini fana, bahkan menurut Harun Yahya hanya persepsi dalam otak. Waktu adalah khayalan, tidak eksis dan tidak nyata.
Waktu hanya ilusi yang di yaumul akhir nanti membuat kita berfikir bahwa kita tidak pernah hidup di dunia melainkan hanya sebentar saja. Takdir adalah ketetapan Allah, bagi Allah segala hal telah terjadi dan berakhir, segala hal telah termaktub dalam Kitab Lauhul Mahfudz. Meski begitu, Neraka dan Surga adalah sesuatu yang dapat kita pilih, yang menginginkan surga tentu lebih mementingkan urusan-urusan yang akan membawanya ke Surga Allah, begitu pula sebaliknya.
Paling sulit adalah taat, karena taat menuntut kita untuk ingat dalam setiap detik, tanpa lalai.
Paling mudah adalah lali karena dunia penuh tipu daya.

Ya Allah.. ridhailah segala prinsip hidupku, jagalah agar tetap dalam koridor Islam yang Engkau ridhai.

aamiin....

Pariaman, 9 Maret 2013


Friday, March 8, 2013

Saya Berbeda :-)

March 08, 2013 0 Comments

Saya merasa berbeda dibanding dengan diri saya yang dulu :-)
Saya dulu orang yang saklek dan tidak terlalu peduli dengan orang lain.
Seorang teman mengubah sifat saya.
Sewaktu kuliah, saya memiliki teman dekat seorang wanita yang menurut saya cantik.
Ia memiliki kebiasaan memuji orang lain, terutama wanita cantik.
Ia selalu mengatakan, "wanita itu cantik sekali ya, bajunya bagus, cocok sekali ia pakai itu.."
Dan pujian-pujian lain.
Kadang ia memuji rekan lain yang pandai dan berbagai hal baik yang tampak baginya.
Saya cukup terkejut dengan sifatnya.
Saya terbiasa membatin saja dan seperti 'enggan' mengakui kelebihan orang lain saat itu.
Namun, setelah lama bersahabat dengannya saya terbawa sifat positifnya itu.
Sekarang saya begitu sering dan cenderung suka memuji.
Ia pandai sekali ya, Kamu rajin, Kamu sungguh cantik, dia punya hati yang baik dan sebagainya.
Saya sekarang begitu mudah mengakui kelebihan orang lain secara jujur.
Bahwa ketika saya dimintai pendapat orang tentang seseorang, saya akan mengungkapkan kebaikan-kebaikan orang tersebut terlebih dahulu.
atau bahkan saya hanya mengatakan kebaikan-kebaikannya saja!
Mengingat kebaikan orang lain membantu kita membuat persepsi baik.
dan entah mengapa, nanti itulah yang saya terima dari orang tersebut.
Saya merasa benar-benar menjadi pribadi yang berbeda sejak saat itu.
Berusaha menjadi ramah dan melihat kebaikan kebaikan orang lain dan tidak lupa memujinya jika memang perlu.
Saya merasa senang bisa memuji orang lain lalu membuatnya senang.
Terkadang saya berpikir, mungkin saja tindakan saya ini bisa mempengaruhi orang lain juga seperti saya yang mengadopsi sifat ini dari sahabat saya itu.