About Me

My photo
I'm just ordinary woman who really loves reading and writing :)

Thursday, December 26, 2013

Tentang Pernikahan dan Jilbab bagian 2

December 26, 2013 0 Comments
Kehidupan mengenal Allah dimulai saat si teman sebangku memutuskan sang pacar karena Allah.
Ia pun mengambil langkah selanjutnya untuk 'move on', yaitu masuk ROHIS SMA.
tiba-tiba saja ia pakai jilbab panjang, semua celana jeans ia buang (diberikan orang) katanya.
tanpa sepengetahuanku, ia mendaftarkan aku juga ke ROHIS.
Suatu siang ia memberitahuku bahwa nanti sepulang sekolah ada jadwal liqo yang harus kuikuti.
doeng?
Liqo? apa itu?
dan entah kenapa, aku iyakan saja. Ya, aku juga ingin belajar agama, karena aku berjilbab.
Sebelumnya, aku benar-benar mengenal Islam sebatas solat, mengaji qur'an, dan berdo'a.
lalu di Liqo, aku mengenal banyak hal... menghafal, ibadah sunnah, cara berpakaian, cara bergaul..
segalanya tentang Islam..
hanya saja, memang, saat itu banyak ketidaknyamanan dalam halaqah..
karena aq "bekas" orang pacaran...
entah mengapa saat itu, mungkin karena masih remaja, tidak semua teman ROHIS bisa menerima bahwa aku dulunya anak pacaran..
kadang mereka terlihat cuek padaku atau sedikit menyindir, dan banyak bertanya
atau mungkin hanya perasaanku saja mereka begitu :'(
tapi dalam Liqo aku sering bertanya, apa yang dimaksud pacaran yang dilarang oleh agama itu?
apakah pacaran secara ikatan atau secara tindakan?
aku pernah mengajukan kasus, bahwa aku punya seorang teman laki-laki yang setiap pulang sekolah kami sering bareng, karena kami tetangga, tapi kami tidak ada ikatan pacaran
lalu pada saat yang sama aku punya pacar yang kami jauhan karena si pacar kuliah di tempat yang jauh
manakah yang disebut pacaran? antara aku dan teman lelaki yang selalu pulang bersama itu, atau
aku dengan pacarku yang tak pernah bertemu?
yang disebut pacaran itu ikatannya atau aktivitasnya?
lalu dijawab oleh murobbi ku bahwa keduanya salah,
aku salah karena berkhalwat dengan teman laki-lakiku
dan aku salah karena memiliki ikatan yang tidak sah dengan seseorang yang bukan mahrom!
aku jadi tahu banyak hal tentang hubungan laki-laki dan perempuan :)
sejak saat itu, aku benar-benar menjaga untuk tidak berkhalwat ataupun bersentuhan dengan lawan jenis bukan mahrom
dan menjulurkan jilbabku lebar-lebar juga memakai kaus kaki.

Aku saat itu merasa bahagia menjalani hidup baruku yang terasa begitu dekat dengan Allah.
Aku mengaji, membaca dzikir pagi sore, salat malam, salat dhuha, setor hafalan (juz 30) tiap minggu
dan banyak membaca buku-buku agama seperti kisah Nabi sampai aku merasa sangat merindukan Rasulullah
merasa berterima kasih pada teman sebangkuku itu.
sayangnya saat kelas 3 kami berpisah kelas,
dan ternyata sedikit-sedikit ini berpengaruh pada keseharianku..
ada beberapa rutinitas yang aku tinggalkan, seperti hafalan yang macet sampai surat Al Bayyinah
dan banyak hal,,,
tetapi saat itu aku sudah punya kebiasaan ibadah sunnah yang banyak dan cukup ritin bahkan hingga sekarang.

Setelah lulus SMA, lebih banyak lagi hal berubah...
entah karena aku tidak benar-benar ber-hijrah karena Allah atau entah kenapa
aku futur... aku banyak kehilangan jejak-jejak hidayah yang susah payah aku raih
saat itu diperparah dengan kabar bahwa si teman sebangku kembali berpacaran dengan mantannya
aku runtuh... aku benar-benar runtuh saat itu..
ia yang pertama membuat gegrakan itu, mengenalkanku pada ROHIS, memberiku banyak nasihat
mengajakku memakai jilbab syar'i dan semuanya... berpacaran lagi??

pada saat yang sama, aku didekati seorang laki-laki
aku sangat benci padanya, kami berteman sebelumnya, tiba-tiba ia menyukaiku
dan aku mati-matian menghindarinya karena aku tak mau terjerumus lagi dalam pacaran
aku tak mau banyak dosa lagi
tapi ia tak paham, aku berjilbab panjang... ia tak paham..
sampai 2 tahun berlanjut, ia tetap sama, datang ke rumah, menelpon, mengirim sms, email, friendster dan semua media..
akhirnya pun aku terjatuh lagi...
apalagi sejak mendengar berita bahwa mantan pacarku dulu, telah menikah
padahal ia bilang mau melamarku
aku terjatuh lagi....

Beberapa tahun berlalu sejak saat itu
aku kembali pacaran... aku kembali pada masa-masa yang membuatku sering merasa bersalah pada diriku,
dan malu pada Allah.. malu... malu...
sangat malu,,, malu karena jatuh cinta
malu karena tak bisa menghentikan nafsuku mencintai yang selainNya bukan karena Nya
dan dalam ketidaknyamanan antara mencintai lelaki ini atau melepasnya untuk kembali beribadah pada Allah sebaik dulu??

Akhirnya 4 tahun setelah itu, aku putuskan untuk berpisah,, aku memberitahunya untuk sama-sama belajar agama saja
aku benar-benar pada puncak ketidakbisaanku...

bersambung










Wednesday, December 18, 2013

Tentang Pernikahan dan Jilbab bagian 1

December 18, 2013 0 Comments
Waktu sungguh penuh kejutan..
Pada bulan Februari lalu, aku ingat masih menulis curahan hatiku sebagai seorang single
single yang bisa dibilang "happy?' dengan tanda tanya :)
belum terpikir dan terbayangkan
"kapan aku akan menikah?"
"dengan siapa aku akan menikah?"
pertanyaan-pertanyaan seputar itulah yang terlintas dalam otakku sepanjang waktu.
Mungkin pertanyaan ini juga menghinggapi hampir semua wanita usia menikah yang masih melajang.
Apalagi saat itu aku sedang proses "hijrah" menjadi seorang muslimah yang belajar taat pada Allah.
artinya, aku tidak memiliki "pacar", tidak mau "pacaran" dan segala bentuk kedekatan laki-laki dan perempuan non-mahrom untuk mendapatkan seorang calon imam :)
karena calon imam yang baik tentu tidak akan melakukan aktivitas ini.
Jadilah sedikit sedikit ini membuatku galau, karena aku pun belum siap melakukan "ta'aruf"
belum siap karena aku baru saja belajar
belum siap karena masih merasa belum pantas menjadi istri seorang sholeh
belum siap karena bekal akan ilmu agama ku yang minim
dan berbagai macam ke "belum siap" an lain....

Intinya, aku masih butuh banyak belajar, belajar bagaimana menjadi istri kelak
bagaimana aku akan berproses untuk mengenal sang calon imam
bagaimana aku akan bisa berproses padahal aku tak mengikuti "halaqah"
dan semua hal yang tumpuk menumpuk rasanya untuk dipelajari dan dimulai.
sementara aku seorang wanita yang bekerja, rata-rata 8 jam per hari aku habiskan di kantor
5 hari dalam semimggu,,,
dulu aku berpikir, ingin sekali ikut "halaqah" dan bertemu salihat-salihat
berteman dengan mereka, menimba ilmu pada mereka
belajar mengaji bersama, dan aktivitas-aktivitas keagamaan yang ingin aku ikuti
seperti kajian, malam bina iman takwa, lalu liqoat...
Namun ternyata, aku gagal mengatur waktuku untuk itu....
Alhamdulillah, bisa tergabung dalam sebuah komunitas yang saling menguatkan awal tahun 2013,
komunitas Peduli Jilbab.
Komunitas untuk membumikan hijab syar'i.
Di komunitas ini, meskipun aku tidak pernah sekalipun bisa bertemu mereka
tapi paling tidak, aku bisa ikut dakwah jilbab syar'i lewat facebook atau twitter
memberikan donasi rutin untuk membantu salihat yang ingin berhijab syar'i namun tak memiliki dana
dari sanalah, aku memulai menata diriku
banyak hal yang kemudian aku dapatkan.

Seiring berjalan waktu, tanpa terasa memasuki pertengahan tahun,
aku dilamar. ini cukup mengejutkan.
Sungguh, aku tak berpikir akan secepat ini doaku dikabulkan Allah.
setiap salat, aku berdoa agar Allah mempertemukan aku dengan jodohku
jodoh yang bahkan aku tak tahu akan datang dari mana
aku kenal dari mana dan bagaimana?
yang aku tahu, aku hanya mencoba selalu memantaskan diri.
Suami seperti apa yang aku dambakan, maka aku harus menjadi seperti itu terlebih dahulu.
Karena itu, aku berdoa, rajin membaca buku tentang pernikahan, rumah tangga dan bekal-bekal lain
meskipun saat itu aku tak tahu kapan aku akan menikah!
bagiku, itu adalah wujud ikhtiar... wujud ikhtiar selain daripada doa.

dan ternyata, yang datang adalah dia.
Dulu, aku benar-benar bukan muslimah yang baik-baik
memang aku memulai berjilbab sejak kelas 1 SMA, kira-kira 1,5 tahun sejak aku baligh
tapi waktu itu hanya karena alasan sederhana: tak ingin banyak yang mengganggu
dan satu alasan lagi: berjamaah dengan sahabat-sahabat.
sungguh, saat itu tidak ada alasan syar'i untuk berjilbab (seingatku)
tapi keinginan berjilbab ini aku utarakan pada Ibu sejak aku masih di bangku kelas 3 SMP
Alhamdulillah tak lama setelah itu, Ibu pun berjilbab karena malu jika keduluan anak perempuannya
Bapak pun sangat mendukung keputusan itu
berjilbab bukan berarti membuatku lebih santun
waktu itu memang aku tidak banyak belajr Islam, tidak mengetahui banyak tentang syariat
karenanya aku pacaran saat kelas 1 SMA
berujung putus saat naik kelas 2 SMA,
alasan saat itu sebenarnya sangat bagus, pacarku yang masuk STAN saat itu mengatakan
"dalam islam ga ada pacaran, jadi kita berteman saja."
singkat dan padat. Jelas. dan tentu saja aku setuju.
Lalu ia bilang akan melamarku setelah lulus nanti.
(namun sekitar 4 tahun setelah itu dia menikah dengan teman sekantornya pada akhirnya :-D)

Saat itu, aku menyadari sesuatu, bahwa, ya, pacaran itu dilarang dalam Islam.
Saat baru saja putus dengan pacarku itu aku bercerita pada teman sebangkuku, bahwa aku putus.
Lalu aku menceritakan juga padanya alasan kami putus: bahwa pacaran itu tidak ada dalam Islam.
alasan yang waktu itu hanya aku pahami secara kalimat saja, tapi tanpa makna.
Tanpa disangka, teman sebangkuku ini, yang waktu itu juga pacaran, langsung memutuskan hubungan dengan pacarnya pada hari berikutnya, dengan alasan sama!
SubhanAllah...

bersambung :)

Tuesday, June 18, 2013

REBLOG- about Fangirling in Islam

June 18, 2013 0 Comments
Menemuka artikel tentang Fangirling yang menurutku bagus dan halus buat dibaca :)
Aku Reblog dari blog: Fangirling, is it a sin?, tidak aku full re-blog, hanya sebagian yang penting :)
Meskipun, yang saya sesalkan, penulis blog ini sampai sekarang masih tenggelam dalam dunia fangirling.
Check this out:
Mengidolakan seseorang itu mendekati haram—bukan sepenuhnya haram. Karena pada hakikatnya, kita hanya boleh berpegang teguh pada Rosulullah SAW sebagai panutan. Bukan orang lain yang belum tentu baik—bahkan nonmuslim. Jangan pernah berpikir bahwa idola yang kita elu-elukan itu tidak membawa misi untuk menghancurkan keimanan dan akidah kita. Sekali-kali jangan pernah berpikir seperti itu karena setiap orang membawa misi terselubung yang tak pernah kita ketahui jika kita tak pernah belajar!
Sementara itu, mengidolakan seseorang kadang—diakui atau tidak—membuat kita ingin selalu tahu soal perkembangan idola kita tersebut. Menghabiskan waktu untuk hal itu. Padahal sudah jelas di sebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadist bahwa Allah akan menghisap semua yang kita lakukan selama hidup kita. Dan apakah kita pernah menyadari bahwa fangirling adalah sesuatu yang sia-sia? Seperti yang ketahui bersama, hal yang sia-sia tidak akan membawa manfaat bagi kita. Maka Allah akan menganggap semua yang kita lakukan itu seperti debu yang beterbangan tertiup angin. Useless.
Jangankan fangirling, kadang sholat yang merupakan amalan penting dalam islam, jika tidak sesuai showab (sesuai dengan aturan Allah) dan tidak ikhlas, juga merupakan amalan yang sia-sia. Lalu apakah kita mau seumur hidup melakukan hal-hal yang sia-sia? Maukah kita tidak punya bekal untuk mengantarkan kita ke hari perhitungan nanti? Tentu tidak.
Dibalik semua itu, tahukan kalian bahwa dunia hiburan adalah salah satu propaganda yahudi-nasrani sejak tahun 1773 untuk menghancurkan Islam. Tujuan mereka bukan untuk membuat umat Islam menjadi murtad atau keluar dari Islam, tapi cukup untuk membuat umat Islam menjauh dari agamanya. Menjauh dari Allah dan menjauh dari Rosulullah SAW. Subhanallah.
Diakui atau tidak, diiyakan ataupun tidak, saat kita mengidolakan seorang idola kadang membuat kita lupa waktu, lupa akan aktifitas bermanfaat yang seharusnya bisa kita lakukan. Bahkan kadang, lupa waktu sholat karena terlalu asyik dengan aktifitas yang berhubungan dengan idola kita tersebut. Astagfirullahaladzim,sesungguhnya mengidolakan seseorang itu adalah fitrah dari Allah, merupakan naluri manusia. Tapi hal itu akan menjadi salah ketika pemenuhan naluri itu dilakukan dengan cara yang salah, apalagi jika bertentangan dengan aturan-aturan Allah—atau bahkan syirik. Naudzbillah.
Honestly, I used to be a fangirl back then. Bisa dibuktikan di postingan blog ini yang terdahulu. Bagaimana aku sangat addicted pada orang-orang tertentu—yang sayangnya adalah nonmuslim. Astagfirullahaladzim. Dan bismillahirrahmanirrahim,sejak saat ini aku hanya sekedar menikmati lagu-lagu mantan idolaku dan dengan tujuan yang baik, kuantitas yang dikurangi, tanpa harus bersikap berlebihan apalagi sampai menghabiskan waktuku untuk fangirling seperti dulu.
Hal yang mendekati haram, bisa jadi juga berhukum sama. Maka sebaiknya menghindari apa yang mendekati hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT.
Aku bukan seorang ustadzah, aku juga bukan seorang aktifis agama, aku hanya mahasiswa biasa, dan aku juga melakan kesalahan karena sesungguhnya kebenaran hanya esa milik Allah semata. Tapi aku hanya berusaha untuk menjadi insan yang lebih baik, dari hari ke hari. Dan merupakan kewajiban setiap muslim untuk mendakwahkan ajaran Islam kepada muslim lainnya yang belum mengetahui.
Bismillah, semoga kita senantiasa diberi waktu untuk terus belajar, untuk terus menjadi yang lebih baik, untuk terus berdakwah, untuk tetap teguh di jalan Allah.Amin, Allahumma Amin.
 :)

Thursday, June 13, 2013

June 13, 2013 0 Comments

Book Review: Seribu Malam untuk Muhammad
by Fahd Djibran




Buku ini pernah terbit dengan judul "Menatap Punggung Muhammad", buku tentang pencarian akan sosok Nabi Muhammad oleh seorang non-muslim yang didatangi Nabi Muhammad SAW melalui mimpinya.

Karena sewaktu membaca buku ini, aku sudah membaca sekitar 5-6 buku Sirah Nabawiyah, aku bisa mengerti apa yang dirasakan oleh tokoh aku dalam buku ini. Betapa ia ingin tahu akan sosok itu, betapa ia rindu akan Muhammad.. ya.. aku juga ingin semua orang, khususnya muslim, yang mungkin seumur hidupnya belum pernah sekalipun mencoba mengenali Nabi Muhammad atau belum pernah membaca satu buku pun Sejarah Nabi Muhammad, agar membaca, mengenal, dan mengetahui paling tidak kisah perjalanan Nabi Muhammad menyebarkan Islam. Sungguh, hal itu menimbulkan kecintaan dan kerinduan yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya, terhadap Beliau, kekasih Allah, Muhammad SAW. Sangat-sangat merindukannya sampai ketika kita telah membaca satu kisahnya, kita akan terus kehausan akan kisahnya, membaca lagi-lagi dan lagi , mencari banyak Sirah nabawiyah dari berbagai penulis. Seperti melengkapi puzzle-puzzle yang hilang dari kisah hidup Rasulullah...
merasakan trenyuh, rindu, rindu yang melumpuhkan karena tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan menatap wajahnya pun...! seperti rindu yang tak terobati.. sampai-sampai setiap membaca buku islam, yang disana tertulis, nabi Muhammad akan muncul saat hari penghisaban untuk memberi syafaat, seolah-olah ingin sekali kita berlari ke hadapannya, melihat wajah cahaya Beliau dan membayangkan diri kita menangis menumpahkan rindu... menangis dan menangis karena cinta yang tertahankan sekian lama...

paling tidak itulah rasa yang aku punya setelah aku mengenali Rasulullah... dan membaca buku ini, menimbulkan kerinduan itu lagi, kerinduan itu lagi.... Rindu kami padamu ya Rasul...
 

Wednesday, May 22, 2013

Astaghfirullah...

May 22, 2013 0 Comments
Sedih banget rasanya, Israel dan antek-anteknya laknatullah sudah berhasil membuat orang berpikir bahwa Islam = Teroris.
Bahkan muslim sendiri pun mencurigai saudara sesama muslimnya sebagai teroris.
Semoga laknat Allah ditimpakan pada mereka..
Kini muslim pun sudah terkena doktrin bahwa menjadi mulsim yang kaffah (utuh) itu berbahaya.
Bahkan mereka enggan mengenali agamanya, enggan mengikuti sunnah Rasul Nya.
Enggan mengambil Al-Qur'an sebagai jalan hidup mereka.
Ya Allah, semoga aku tidak termasuk dalam golongan itu.
Dunia Barat telah berhasil menjauhkan muslim dari Islam.
Memasukkan paham-paham sekuler dan liberal mereka.
Hal-hal tabu dan melanggar syari'at telah dianggap hal biasa,
dosa-dosa sudah tidak dipedulikan lagi,
sudah tidak ada rasa takut lagi bermaksiat dan justru menjadi budaya.
Ya Allah...
Dari dosa-dosa kecil yang diremehkan sampai dosa-dosa besar yang tanpa rasa malu dilakukan secara terang-terangan..
Apakah semua orang telah lupa hakikat penciptaan manusia?
Ya Allah, seandainya Engkau tidak memberi petunjuk, maka siapa yang akan menyelamatkan aku dari azabMu yang pedih?
Sedih sekali melihat dunia saat ini..
seandainya bisa memilih menghadapMu maka aku lebih suka meninggalkannya (dunia ini).
Karena aku merasa sangat terjebak dan terbentur oleh dosa-dosa..
seolah-olah umur yang panjang sekali-kali tidak bisa memberi manfaat untuk mencapai keridhaan Allah..
ya Allah bimbinglah hamba Mu ini selalu..
tetapkan hati hamba di atas agama Mu
Teguhkanlah iman hamba dan ridhailah hamba dalam keistiqomahan..
Ya Allah,, hindarkanlah aku dari fitnah dunia ya Allah..
Ya Allah ampunilah dosaku...
Aamiin...

Friday, May 10, 2013

Book Review: Bagaimana Seorang Muslim Berfikir?

May 10, 2013 0 Comments

Book Review: Bagaimana Seorang Muslim Berfikir?
by Harun Yahya









"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya"
~QS Ar Ruum 30: 7-8~
Buku ini mengajak kita untuk memikirkan, tujuan-tujuan manusia diciptakan.. untuk apakah kita diciptakan oleh Allah? apakah kita hanya akan dibiarkan begitu saja? tanpa bertanggungjawab? untuk apa Allah menciptakan bumi ini, dengan kesempurnaannya sebagai tempat tinggal untuk manusia? dengan keindahannya? untuk apakah manusia diberi akal pikiran? diberi tubuh yang sungguh luar biasa sempurna?
Allah menguji kita dengan semua ini, untuk menyadari bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan kita, mencukupi kebutuhan kita, memberi kita pelajaran berharga...

Saturday, April 6, 2013

Book Review: Buku Pintar Hari Akhir

April 06, 2013 0 Comments
Book Review: Buku Pintar Hari Akhir
by: Dr. Abdul Muhsin Al-Muthairi





Indeed, setiap muslim seharusnya membaca buku ini atau semacamnya. Jangan sampai sebagai seorang muslim 'jahil' mengenai agamanya. Sebab Allah, Tuhan yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, telah memberikan ilmu Nya kepada manusia untuk menghadai segala fitnah dunia dan memberikan kisi-kisi, soal, bahkan kunci jawaban untuk semua ujian Nya dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah!
Buku ini membuat saya sadar, bahwasanya banyak sekali amal-amal yang terlalaikan oleh muslim, padahal nilainya begitu besar di sisi Allah, yang akan menambah nilai (berat) timbangan di akhirat, yang menentukan apakah kita akan masuk ke surga Allah, atau tergelincir ke neraka jahannam...
Sesungguhnya, jika setiap muslim mau mempelajari, Al-Qur'an dan sunnah telah memberitahukan pada kita, apa yang akan kita hadapi di akhirat nanti, betapa mengerikan semua itu, seandainya kita tidak mendapat ilmu nya, di hari di mana Allah menampakkan wujud Nya pada hamba Nya untuk pertama kali, di hari di mana semua amal kita harus dipertanggungjawabkan, dari yang paling kecil sampai yang paling besar, tak terlewatkan, apakah itu amal yang baik atau yang buruk. 

Wednesday, March 27, 2013

Renungan

March 27, 2013 0 Comments
Seperti hendak mengatupkan gigi-gigi dan mengunci mulutku
Menahan agar tak meluncur sepatah kata pun
Sebab lebih baik diam daripada berkata buruk
Sebab lebih baik diam daripada menanggapi omongan orang-orang yang berghibah
yang memfitnah
yang memperturutkan prasangka.
Sebab setiap kata akan dimintai pertanggungjawabannya.
Sebab Malaikat tak pernah lengah mencatat.
Pada saat hari dihisabnya semua amal perbuatan.
Bahkan kulit pun akan jadi saksi maksiat yang dilakukan.
Ya Allah bantulah telingaku untuk menghindari mendengar celoteh mereka
Ya Allah bantulah mulutku untuk berbicara yang baik dan menghindari bergunjing
Sebab begitu takut akan azab Mu
aku banyak berpikir tentang segala hal
semoga yang nantinya aku lakukan menurut keyakinanku ini
adalah jalan yang Engkau ridhai
adalah peringatan yang dulu disampaikan oleh Nabi Muhammad SAW dan aku mengikuti sunnah nya

Indahnya Al-Qur'an

March 27, 2013 0 Comments

 Sedang sangat suka dengan terjemahan Shahih International untuk Al-Qur'an... Indah sekali sungguh kalimat-kalimat Allah.. SubhanAllah.. Masha Allah, Allahu Akbar...
ini kutipan salah satunya :') 
Allah sungguh Raja Rima.....

Surat Al-'Infiţār (The Cleaving)


When the sky breaks apart
And when the stars fall, scattering,
And when the seas are erupted
And when the [contents of] graves are scattered,
A soul will [then] know what it has put forth and kept back.
O mankind, what has deceived you concerning your Lord, the Generous,
Who created you, proportioned you, and balanced you?
In whatever form He willed has He assembled you.
No! But you deny the Recompense.     
And indeed, [appointed] over you are keepers, 
Noble and recording;
They know whatever you do.
Indeed, the righteous will be in pleasure,
And indeed, the wicked will be in Hellfire.
They will [enter to] burn therein on the Day of Recompense,
And never therefrom will they be absent.
And what can make you know what is the Day of Recompense?
Then, what can make you know what is the Day of Recompense?
It is the Day when a soul will not possess for another soul [power to do] a thing; and the command, that Day, is [entirely] with Allah . 
   
    

Tuesday, March 26, 2013

Book Review: Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran (Ever Thought about the Truth)

March 26, 2013 0 Comments


Pernahkah Anda Merenung Tentang Kebenaran (Ever Thought about the Truth)

by: Harun Yahya




Buku yang luar biasa... pada intinya memang Manusia benar-benar dalam kelalaian terhadap urusan akhiratnya dan hanya memprioritaskan urusan dunia. Melihat segala sesuatu baik menurut ukuran manusia, tetapi tidak melihat kebaikan dalam pandangan Allah. Sedikit sekali manusia memperhatikan urusan akhiratnya, dan ketika hari kiamat muncul maka mereka baru sadar bahwa mereka telah tertipu kehidupan di dunia dan melupakan akhirat....
Buku ini mengajak kita untuk merenung isi Al-Qur'an dan memahami petunjuk-petunjuk yang ada di dalamnya, untuk apakah sebetulnya pnciptaan manusia. Buku ini menyeru manusia untuk kembali kepada fitrahnya sebagai hamba Allah, kembali pada Al-Qur'an, mengambil Al-Qur'an sebagai pedoman hidup.
Dalam buku ini juga dijelaskan sekelumit (sekilas) berita mengenai ketiadaan waktu dan realitas takdir (lengkapnya ada di buku Harun yahya-Ketiadaan Waktu dan Realitas Takdir). Juga keajaiban penciptaan Lebah, Unta dan Nyamuk.