About Me

My photo
I'm just ordinary woman who really loves reading and writing :)

Wednesday, January 22, 2014

Book Review: Pesona AlQur'an

January 22, 2014 0 Comments

Book Review: Pesona AlQur'an
by Harun Yahya




Sesuai dengan judulnya, Pesona Al-Qur'an :) Buku ini memaprakan betapa mempesonanya Al-Qur'an. Dan memang begitulah! 
Al-Qur'an membuktikan dirinya bahwa ia sungguh asli bersegel dari Allah SWT, Tuhan Pencipta Alam Semesta. 
Al-Qur'an banyak mengungkap misteri-misteri kehidupan yang baru manusia baru bisa menemukan pembuktiannya pada abad 20, setelah teknologi menjadi semakin canggih. Seperti bagaimana hujan terbentuk, bagaimana isi kedalaman lautan, bagaimana janin berkembang dalam tubuh seorang Ibu, dan apa yang menentukan kelamin bayi,semua telah ada ilmunya dalam Al-Qur'an sejak 14 abad yang lalu. Sementara para scientist baru menemukan jawabnya di abad 20! Bagaimana mungkin Rasulullah Muhammad salallahu alaihi wassallam mampu menceritakan bagaimana janin terbentuk, dari mana asalnya, apa yang menentukan jenis kelamin bayi, padahal ia seorang ummi (buta huruf). bagaimana Rasulullah mampu membacakan bagaimana awan, hujan, dan besi berasal padahal ia tak memiliki ilmu tentang astronomi dan oceanografi? semua jawabannya hanya satu, karena Rasulullah mendapatkan wahyu dari Allah. Wahyu itu tertuang di dalam Al-Qur'an! dan banyak sekali kejadian lain yang diungkapkan dalam Al-Qur'an yang baru bisa dibuktikan oleh manusia setelah abad 20.

Saturday, January 18, 2014

Review Buku : Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur

January 18, 2014 0 Comments

Review Buku
Berpikirlah Sejak Anda Bangun Tidur
by Harun Yahya

 



Buku ini mengajak kita untuk memikirkan apa pun yang kita lihat di sekitar kita. Bahwa segala sesuatu diciptakan oleh Allah dengan begitu sempurna. Seperti tubuh kita yang jantungnya tak berhenti berdetak saat kita tidur, yang bahkan segala sesuatu dalam tubuh kita bergerak dengan sendirinya untuk kelangsungan hidup kita tanpa kita perintahkan. 

Dan pernahkah kita berpikir bahwa seluruh dunia dan alam semesta ini diciptakan semata mata untuk manusia saja?seperti tumbuh tumbuhan, hewan dan bahkan tata surya, semua diciptkan untuk menjaga agar manusia tetap hidup.
manusia hidup diberi akal oleh Allah untuk berpikir dan mengimani kekuasaan Allah. Mengenali tanda tanda adanya Allah. bahwa manusia dan segala makhluk hidup di dunia ini diciptakan sempurna oleh Allah agar mereka bersyukur pada Nya. 
Buku ini secara umum menjelaskan hal-hal mengenai sempurnanya Allah dalam menciptakan seluruh makhluknya. Dan tentu saja untuk menyangkal teori Darwin bahwa manusia dan makhluk hidup di dunia ini berasal dari hasil evolusi. Manusia tidaklah berasal dari kera. Burubg juga tidak berasal dari ikan dan reptil. Sejak awal mereka diciptakan dengan bentuknya yang unik dan sempurna untuk menopang kelangsungan hidup meraka.
Harun Yahya memaparkannya dengan sangat menarik dan membuat kita menyadari hal hal kecil yabmng bahkan tak pernah terlintas dalam pikiran kita. Buku ini membuat kita banyak bersyukur :)

Tuesday, January 14, 2014

Book Review: Keikhlasan dalam Telaah Al-Qur'an (Sincerity Described in The Qur`an)

January 14, 2014 0 Comments

by Harun Yahya






Kehidupanku saat ini sedang sangat dekat dengan peristiwa peristiwa yang dipaparkan dalam buku ini. Dari permasalahan yang dihadapi di rumah, sebagai istri maupun tetangga, di kantor sebagai pribadi, rekan maupun bawahan, dan dalam kehidupan sosial dalam solidaritas dakwah dan keagamaan di jejaring sosial. 
Semua hal yang ingin saya tahu, yang menguatkan saya, yang memberi masukan pada saya dan menanamkan banyak ilmu ada di buku ini. 
Meskipun banyak mengutip dari buku karya Baiduzaman Said Nursi, buku ini kaya dan khas harun yahya. Memaparkan dengan apik dan detail makna keikhlasan yang akan banyak menyentil tiap pribadi kita untuk memperbaiki niat, memperbaiki amalan dan memperbaiki tujuan kita melakukan amal tersebut. 
Apakah kita sudah sungguh sungguh melakukan amalan hanya karena Allah semata?memang tidak bisa instan, ini sungguh tingkatan tertinggi yang bisa dicapai setiap manusia, yang dulu hanya bisa dicapai oleh generasi terbaik di masa Rasulullah! 
tapi apakah ini mustahil bagi kita?tidak... kita bisa. pasti juga bisa. meskipun tidak sama kadarnya dengan para sahabat yang berjuang bersama Rasulullah. tapi kita hidup untuk memperjuangkan agar sunnah Rasulullah tetap hidup... dan terus memperbaiki, meluruskan niat sampai kita sungguh murni melakukannya karna Allah semata :') 
insyaAllah.

Thursday, January 9, 2014

Tentang Pernikahan dan Jilbab bagian 3

January 09, 2014 0 Comments
Alhamdulillah kembali single, meskipun harus bergulat untuk move-on..
memang tidak semudah yang dibayangkan...
namun aku merasa memang harusnya beginilah jalannya
kami harus menjalani hidup masing-masing
mempelajari lagi yang pernah terlupakan...
mengejar dan meraih lagi taufik dan hidayah yang pernah didapatkan..

Satu tahun berlalu sejak itu,
dan tahun itu adalah tahun perjuangan...
melawan segalanya, dari mencoba hidup dengan bahagia dengan berbagai cara
menemui kawan-kawan baru dan menenggelamkan diri dalam media sosial
sungguh ini cara yang keliru!
tapi entah kenapa saat itu, aku yang merasa dekat dengan Allah
yang merasa mengaji dan memutuskan banyak hal didasari agama
tapi jatuh dalam lubang yang aku tak tahu mengapa
memuja idola korea, membeli album yang sangat banyak, menghabiskan uang untuk menonton konser
dan hal-hal gila lain yang menurutku, tak masuk akal memang...
semua seperti pelarian yang salah
karena aku menempuh cinta yang salah dan setan menggelayutiku
lalu aku bukannya kembali pada Allah, tetapi malah mengikuti tipu dayanya!

sedang di seberang sana, lelaki yang aku putuskan atas nama Allah
yang aku berpesan padanya, "Jika Allah mentakdirkan kita berjodoh kita akan bertemu", lalu
kuungkapkan kalimat "sekarang lebih baik kita masing-masing mendekat pada Allah,
semoga Allah mempertemukan kita dengan jodoh yang sesuai dengan kehendakNya"
Ia berubah menjadi orang yang berbeda.
Aku tak sengaja melihat postingannya di timeline Facebook...
ia memposting segala tentang Islam, mempelajari Islam..
tapi aku??
sampai setahun aku terus bergelut dengan dunia fangirling yang menggila
dan aku lupa siapa aku.

waktu itu, entah ada apa, aku tiba-tiba tertarik untuk memfollow sebuah akun milk ustadz muda
seorang muallaf, yang saat itu telah menulis 3 buah buku.
entah kenapa aku tertarik dengan yang ia syiarkan
aku ingat zaman dulu pertama kali mengenal Islam (padahal saya muslim dari lahir)..
ingat betapa gegap gempitanya,, lalu aku tersadar...
aku pun membeli semua bukunya, dan salah satu bukunya yang sangat nendang adalah "Beyond The Inspiration"
buku ini... sungguh-sungguh melampaui inspirasi! sungguh!
aku terlempar, terbanting, terantuk, terjatuh guling-guling dari puncak bukit menuju jurang dalam!
lalu aku terbangun.....
Saat itu begitu banyak yang berkecamuk dalam pikiranku...
lalu saat itu pulalah aku putuskan untk berjilbab syar'i.

saat mulai memakai rok, berjilbab panjang, bergamis, berkaos kaki...
aku menemukan kembali diriku...
diriku yang dulu merasa sangat nyaman dengan seluruh pakaian ini!
diriku yang dulu begitu rindu untuk membaca kisah-kisah Nabi dan sahabat
diriku yang dulu begitu haus akan Islam!

ya Allah.. kemana saja aku?
aku pun harus malu pada pakaian takwaku jika aku masih memuja idola Korea.
maka aku buang semua. Aku mulai menerapkan buku "Habits"
dengan mengunfollow akun tentang korea, menggantinya dengan akun-akun Islam
mengganti kebiasaan menonton video Korea dengan membaca buku-buku Islam
lalu disinilah.. aku mulai merasakan ketenangan....


Bersambung






Thursday, December 26, 2013

Tentang Pernikahan dan Jilbab bagian 2

December 26, 2013 0 Comments
Kehidupan mengenal Allah dimulai saat si teman sebangku memutuskan sang pacar karena Allah.
Ia pun mengambil langkah selanjutnya untuk 'move on', yaitu masuk ROHIS SMA.
tiba-tiba saja ia pakai jilbab panjang, semua celana jeans ia buang (diberikan orang) katanya.
tanpa sepengetahuanku, ia mendaftarkan aku juga ke ROHIS.
Suatu siang ia memberitahuku bahwa nanti sepulang sekolah ada jadwal liqo yang harus kuikuti.
doeng?
Liqo? apa itu?
dan entah kenapa, aku iyakan saja. Ya, aku juga ingin belajar agama, karena aku berjilbab.
Sebelumnya, aku benar-benar mengenal Islam sebatas solat, mengaji qur'an, dan berdo'a.
lalu di Liqo, aku mengenal banyak hal... menghafal, ibadah sunnah, cara berpakaian, cara bergaul..
segalanya tentang Islam..
hanya saja, memang, saat itu banyak ketidaknyamanan dalam halaqah..
karena aq "bekas" orang pacaran...
entah mengapa saat itu, mungkin karena masih remaja, tidak semua teman ROHIS bisa menerima bahwa aku dulunya anak pacaran..
kadang mereka terlihat cuek padaku atau sedikit menyindir, dan banyak bertanya
atau mungkin hanya perasaanku saja mereka begitu :'(
tapi dalam Liqo aku sering bertanya, apa yang dimaksud pacaran yang dilarang oleh agama itu?
apakah pacaran secara ikatan atau secara tindakan?
aku pernah mengajukan kasus, bahwa aku punya seorang teman laki-laki yang setiap pulang sekolah kami sering bareng, karena kami tetangga, tapi kami tidak ada ikatan pacaran
lalu pada saat yang sama aku punya pacar yang kami jauhan karena si pacar kuliah di tempat yang jauh
manakah yang disebut pacaran? antara aku dan teman lelaki yang selalu pulang bersama itu, atau
aku dengan pacarku yang tak pernah bertemu?
yang disebut pacaran itu ikatannya atau aktivitasnya?
lalu dijawab oleh murobbi ku bahwa keduanya salah,
aku salah karena berkhalwat dengan teman laki-lakiku
dan aku salah karena memiliki ikatan yang tidak sah dengan seseorang yang bukan mahrom!
aku jadi tahu banyak hal tentang hubungan laki-laki dan perempuan :)
sejak saat itu, aku benar-benar menjaga untuk tidak berkhalwat ataupun bersentuhan dengan lawan jenis bukan mahrom
dan menjulurkan jilbabku lebar-lebar juga memakai kaus kaki.

Aku saat itu merasa bahagia menjalani hidup baruku yang terasa begitu dekat dengan Allah.
Aku mengaji, membaca dzikir pagi sore, salat malam, salat dhuha, setor hafalan (juz 30) tiap minggu
dan banyak membaca buku-buku agama seperti kisah Nabi sampai aku merasa sangat merindukan Rasulullah
merasa berterima kasih pada teman sebangkuku itu.
sayangnya saat kelas 3 kami berpisah kelas,
dan ternyata sedikit-sedikit ini berpengaruh pada keseharianku..
ada beberapa rutinitas yang aku tinggalkan, seperti hafalan yang macet sampai surat Al Bayyinah
dan banyak hal,,,
tetapi saat itu aku sudah punya kebiasaan ibadah sunnah yang banyak dan cukup ritin bahkan hingga sekarang.

Setelah lulus SMA, lebih banyak lagi hal berubah...
entah karena aku tidak benar-benar ber-hijrah karena Allah atau entah kenapa
aku futur... aku banyak kehilangan jejak-jejak hidayah yang susah payah aku raih
saat itu diperparah dengan kabar bahwa si teman sebangku kembali berpacaran dengan mantannya
aku runtuh... aku benar-benar runtuh saat itu..
ia yang pertama membuat gegrakan itu, mengenalkanku pada ROHIS, memberiku banyak nasihat
mengajakku memakai jilbab syar'i dan semuanya... berpacaran lagi??

pada saat yang sama, aku didekati seorang laki-laki
aku sangat benci padanya, kami berteman sebelumnya, tiba-tiba ia menyukaiku
dan aku mati-matian menghindarinya karena aku tak mau terjerumus lagi dalam pacaran
aku tak mau banyak dosa lagi
tapi ia tak paham, aku berjilbab panjang... ia tak paham..
sampai 2 tahun berlanjut, ia tetap sama, datang ke rumah, menelpon, mengirim sms, email, friendster dan semua media..
akhirnya pun aku terjatuh lagi...
apalagi sejak mendengar berita bahwa mantan pacarku dulu, telah menikah
padahal ia bilang mau melamarku
aku terjatuh lagi....

Beberapa tahun berlalu sejak saat itu
aku kembali pacaran... aku kembali pada masa-masa yang membuatku sering merasa bersalah pada diriku,
dan malu pada Allah.. malu... malu...
sangat malu,,, malu karena jatuh cinta
malu karena tak bisa menghentikan nafsuku mencintai yang selainNya bukan karena Nya
dan dalam ketidaknyamanan antara mencintai lelaki ini atau melepasnya untuk kembali beribadah pada Allah sebaik dulu??

Akhirnya 4 tahun setelah itu, aku putuskan untuk berpisah,, aku memberitahunya untuk sama-sama belajar agama saja
aku benar-benar pada puncak ketidakbisaanku...

bersambung










Wednesday, December 18, 2013

Tentang Pernikahan dan Jilbab bagian 1

December 18, 2013 0 Comments
Waktu sungguh penuh kejutan..
Pada bulan Februari lalu, aku ingat masih menulis curahan hatiku sebagai seorang single
single yang bisa dibilang "happy?' dengan tanda tanya :)
belum terpikir dan terbayangkan
"kapan aku akan menikah?"
"dengan siapa aku akan menikah?"
pertanyaan-pertanyaan seputar itulah yang terlintas dalam otakku sepanjang waktu.
Mungkin pertanyaan ini juga menghinggapi hampir semua wanita usia menikah yang masih melajang.
Apalagi saat itu aku sedang proses "hijrah" menjadi seorang muslimah yang belajar taat pada Allah.
artinya, aku tidak memiliki "pacar", tidak mau "pacaran" dan segala bentuk kedekatan laki-laki dan perempuan non-mahrom untuk mendapatkan seorang calon imam :)
karena calon imam yang baik tentu tidak akan melakukan aktivitas ini.
Jadilah sedikit sedikit ini membuatku galau, karena aku pun belum siap melakukan "ta'aruf"
belum siap karena aku baru saja belajar
belum siap karena masih merasa belum pantas menjadi istri seorang sholeh
belum siap karena bekal akan ilmu agama ku yang minim
dan berbagai macam ke "belum siap" an lain....

Intinya, aku masih butuh banyak belajar, belajar bagaimana menjadi istri kelak
bagaimana aku akan berproses untuk mengenal sang calon imam
bagaimana aku akan bisa berproses padahal aku tak mengikuti "halaqah"
dan semua hal yang tumpuk menumpuk rasanya untuk dipelajari dan dimulai.
sementara aku seorang wanita yang bekerja, rata-rata 8 jam per hari aku habiskan di kantor
5 hari dalam semimggu,,,
dulu aku berpikir, ingin sekali ikut "halaqah" dan bertemu salihat-salihat
berteman dengan mereka, menimba ilmu pada mereka
belajar mengaji bersama, dan aktivitas-aktivitas keagamaan yang ingin aku ikuti
seperti kajian, malam bina iman takwa, lalu liqoat...
Namun ternyata, aku gagal mengatur waktuku untuk itu....
Alhamdulillah, bisa tergabung dalam sebuah komunitas yang saling menguatkan awal tahun 2013,
komunitas Peduli Jilbab.
Komunitas untuk membumikan hijab syar'i.
Di komunitas ini, meskipun aku tidak pernah sekalipun bisa bertemu mereka
tapi paling tidak, aku bisa ikut dakwah jilbab syar'i lewat facebook atau twitter
memberikan donasi rutin untuk membantu salihat yang ingin berhijab syar'i namun tak memiliki dana
dari sanalah, aku memulai menata diriku
banyak hal yang kemudian aku dapatkan.

Seiring berjalan waktu, tanpa terasa memasuki pertengahan tahun,
aku dilamar. ini cukup mengejutkan.
Sungguh, aku tak berpikir akan secepat ini doaku dikabulkan Allah.
setiap salat, aku berdoa agar Allah mempertemukan aku dengan jodohku
jodoh yang bahkan aku tak tahu akan datang dari mana
aku kenal dari mana dan bagaimana?
yang aku tahu, aku hanya mencoba selalu memantaskan diri.
Suami seperti apa yang aku dambakan, maka aku harus menjadi seperti itu terlebih dahulu.
Karena itu, aku berdoa, rajin membaca buku tentang pernikahan, rumah tangga dan bekal-bekal lain
meskipun saat itu aku tak tahu kapan aku akan menikah!
bagiku, itu adalah wujud ikhtiar... wujud ikhtiar selain daripada doa.

dan ternyata, yang datang adalah dia.
Dulu, aku benar-benar bukan muslimah yang baik-baik
memang aku memulai berjilbab sejak kelas 1 SMA, kira-kira 1,5 tahun sejak aku baligh
tapi waktu itu hanya karena alasan sederhana: tak ingin banyak yang mengganggu
dan satu alasan lagi: berjamaah dengan sahabat-sahabat.
sungguh, saat itu tidak ada alasan syar'i untuk berjilbab (seingatku)
tapi keinginan berjilbab ini aku utarakan pada Ibu sejak aku masih di bangku kelas 3 SMP
Alhamdulillah tak lama setelah itu, Ibu pun berjilbab karena malu jika keduluan anak perempuannya
Bapak pun sangat mendukung keputusan itu
berjilbab bukan berarti membuatku lebih santun
waktu itu memang aku tidak banyak belajr Islam, tidak mengetahui banyak tentang syariat
karenanya aku pacaran saat kelas 1 SMA
berujung putus saat naik kelas 2 SMA,
alasan saat itu sebenarnya sangat bagus, pacarku yang masuk STAN saat itu mengatakan
"dalam islam ga ada pacaran, jadi kita berteman saja."
singkat dan padat. Jelas. dan tentu saja aku setuju.
Lalu ia bilang akan melamarku setelah lulus nanti.
(namun sekitar 4 tahun setelah itu dia menikah dengan teman sekantornya pada akhirnya :-D)

Saat itu, aku menyadari sesuatu, bahwa, ya, pacaran itu dilarang dalam Islam.
Saat baru saja putus dengan pacarku itu aku bercerita pada teman sebangkuku, bahwa aku putus.
Lalu aku menceritakan juga padanya alasan kami putus: bahwa pacaran itu tidak ada dalam Islam.
alasan yang waktu itu hanya aku pahami secara kalimat saja, tapi tanpa makna.
Tanpa disangka, teman sebangkuku ini, yang waktu itu juga pacaran, langsung memutuskan hubungan dengan pacarnya pada hari berikutnya, dengan alasan sama!
SubhanAllah...

bersambung :)

Tuesday, June 18, 2013

REBLOG- about Fangirling in Islam

June 18, 2013 0 Comments
Menemuka artikel tentang Fangirling yang menurutku bagus dan halus buat dibaca :)
Aku Reblog dari blog: Fangirling, is it a sin?, tidak aku full re-blog, hanya sebagian yang penting :)
Meskipun, yang saya sesalkan, penulis blog ini sampai sekarang masih tenggelam dalam dunia fangirling.
Check this out:
Mengidolakan seseorang itu mendekati haram—bukan sepenuhnya haram. Karena pada hakikatnya, kita hanya boleh berpegang teguh pada Rosulullah SAW sebagai panutan. Bukan orang lain yang belum tentu baik—bahkan nonmuslim. Jangan pernah berpikir bahwa idola yang kita elu-elukan itu tidak membawa misi untuk menghancurkan keimanan dan akidah kita. Sekali-kali jangan pernah berpikir seperti itu karena setiap orang membawa misi terselubung yang tak pernah kita ketahui jika kita tak pernah belajar!
Sementara itu, mengidolakan seseorang kadang—diakui atau tidak—membuat kita ingin selalu tahu soal perkembangan idola kita tersebut. Menghabiskan waktu untuk hal itu. Padahal sudah jelas di sebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadist bahwa Allah akan menghisap semua yang kita lakukan selama hidup kita. Dan apakah kita pernah menyadari bahwa fangirling adalah sesuatu yang sia-sia? Seperti yang ketahui bersama, hal yang sia-sia tidak akan membawa manfaat bagi kita. Maka Allah akan menganggap semua yang kita lakukan itu seperti debu yang beterbangan tertiup angin. Useless.
Jangankan fangirling, kadang sholat yang merupakan amalan penting dalam islam, jika tidak sesuai showab (sesuai dengan aturan Allah) dan tidak ikhlas, juga merupakan amalan yang sia-sia. Lalu apakah kita mau seumur hidup melakukan hal-hal yang sia-sia? Maukah kita tidak punya bekal untuk mengantarkan kita ke hari perhitungan nanti? Tentu tidak.
Dibalik semua itu, tahukan kalian bahwa dunia hiburan adalah salah satu propaganda yahudi-nasrani sejak tahun 1773 untuk menghancurkan Islam. Tujuan mereka bukan untuk membuat umat Islam menjadi murtad atau keluar dari Islam, tapi cukup untuk membuat umat Islam menjauh dari agamanya. Menjauh dari Allah dan menjauh dari Rosulullah SAW. Subhanallah.
Diakui atau tidak, diiyakan ataupun tidak, saat kita mengidolakan seorang idola kadang membuat kita lupa waktu, lupa akan aktifitas bermanfaat yang seharusnya bisa kita lakukan. Bahkan kadang, lupa waktu sholat karena terlalu asyik dengan aktifitas yang berhubungan dengan idola kita tersebut. Astagfirullahaladzim,sesungguhnya mengidolakan seseorang itu adalah fitrah dari Allah, merupakan naluri manusia. Tapi hal itu akan menjadi salah ketika pemenuhan naluri itu dilakukan dengan cara yang salah, apalagi jika bertentangan dengan aturan-aturan Allah—atau bahkan syirik. Naudzbillah.
Honestly, I used to be a fangirl back then. Bisa dibuktikan di postingan blog ini yang terdahulu. Bagaimana aku sangat addicted pada orang-orang tertentu—yang sayangnya adalah nonmuslim. Astagfirullahaladzim. Dan bismillahirrahmanirrahim,sejak saat ini aku hanya sekedar menikmati lagu-lagu mantan idolaku dan dengan tujuan yang baik, kuantitas yang dikurangi, tanpa harus bersikap berlebihan apalagi sampai menghabiskan waktuku untuk fangirling seperti dulu.
Hal yang mendekati haram, bisa jadi juga berhukum sama. Maka sebaiknya menghindari apa yang mendekati hal-hal yang dibenci oleh Allah SWT.
Aku bukan seorang ustadzah, aku juga bukan seorang aktifis agama, aku hanya mahasiswa biasa, dan aku juga melakan kesalahan karena sesungguhnya kebenaran hanya esa milik Allah semata. Tapi aku hanya berusaha untuk menjadi insan yang lebih baik, dari hari ke hari. Dan merupakan kewajiban setiap muslim untuk mendakwahkan ajaran Islam kepada muslim lainnya yang belum mengetahui.
Bismillah, semoga kita senantiasa diberi waktu untuk terus belajar, untuk terus menjadi yang lebih baik, untuk terus berdakwah, untuk tetap teguh di jalan Allah.Amin, Allahumma Amin.
 :)

Thursday, June 13, 2013

June 13, 2013 0 Comments

Book Review: Seribu Malam untuk Muhammad
by Fahd Djibran




Buku ini pernah terbit dengan judul "Menatap Punggung Muhammad", buku tentang pencarian akan sosok Nabi Muhammad oleh seorang non-muslim yang didatangi Nabi Muhammad SAW melalui mimpinya.

Karena sewaktu membaca buku ini, aku sudah membaca sekitar 5-6 buku Sirah Nabawiyah, aku bisa mengerti apa yang dirasakan oleh tokoh aku dalam buku ini. Betapa ia ingin tahu akan sosok itu, betapa ia rindu akan Muhammad.. ya.. aku juga ingin semua orang, khususnya muslim, yang mungkin seumur hidupnya belum pernah sekalipun mencoba mengenali Nabi Muhammad atau belum pernah membaca satu buku pun Sejarah Nabi Muhammad, agar membaca, mengenal, dan mengetahui paling tidak kisah perjalanan Nabi Muhammad menyebarkan Islam. Sungguh, hal itu menimbulkan kecintaan dan kerinduan yang mungkin tidak kita sangka sebelumnya, terhadap Beliau, kekasih Allah, Muhammad SAW. Sangat-sangat merindukannya sampai ketika kita telah membaca satu kisahnya, kita akan terus kehausan akan kisahnya, membaca lagi-lagi dan lagi , mencari banyak Sirah nabawiyah dari berbagai penulis. Seperti melengkapi puzzle-puzzle yang hilang dari kisah hidup Rasulullah...
merasakan trenyuh, rindu, rindu yang melumpuhkan karena tidak bisa berbuat apa-apa, bahkan menatap wajahnya pun...! seperti rindu yang tak terobati.. sampai-sampai setiap membaca buku islam, yang disana tertulis, nabi Muhammad akan muncul saat hari penghisaban untuk memberi syafaat, seolah-olah ingin sekali kita berlari ke hadapannya, melihat wajah cahaya Beliau dan membayangkan diri kita menangis menumpahkan rindu... menangis dan menangis karena cinta yang tertahankan sekian lama...

paling tidak itulah rasa yang aku punya setelah aku mengenali Rasulullah... dan membaca buku ini, menimbulkan kerinduan itu lagi, kerinduan itu lagi.... Rindu kami padamu ya Rasul...
 

Wednesday, May 22, 2013

Astaghfirullah...

May 22, 2013 0 Comments
Sedih banget rasanya, Israel dan antek-anteknya laknatullah sudah berhasil membuat orang berpikir bahwa Islam = Teroris.
Bahkan muslim sendiri pun mencurigai saudara sesama muslimnya sebagai teroris.
Semoga laknat Allah ditimpakan pada mereka..
Kini muslim pun sudah terkena doktrin bahwa menjadi mulsim yang kaffah (utuh) itu berbahaya.
Bahkan mereka enggan mengenali agamanya, enggan mengikuti sunnah Rasul Nya.
Enggan mengambil Al-Qur'an sebagai jalan hidup mereka.
Ya Allah, semoga aku tidak termasuk dalam golongan itu.
Dunia Barat telah berhasil menjauhkan muslim dari Islam.
Memasukkan paham-paham sekuler dan liberal mereka.
Hal-hal tabu dan melanggar syari'at telah dianggap hal biasa,
dosa-dosa sudah tidak dipedulikan lagi,
sudah tidak ada rasa takut lagi bermaksiat dan justru menjadi budaya.
Ya Allah...
Dari dosa-dosa kecil yang diremehkan sampai dosa-dosa besar yang tanpa rasa malu dilakukan secara terang-terangan..
Apakah semua orang telah lupa hakikat penciptaan manusia?
Ya Allah, seandainya Engkau tidak memberi petunjuk, maka siapa yang akan menyelamatkan aku dari azabMu yang pedih?
Sedih sekali melihat dunia saat ini..
seandainya bisa memilih menghadapMu maka aku lebih suka meninggalkannya (dunia ini).
Karena aku merasa sangat terjebak dan terbentur oleh dosa-dosa..
seolah-olah umur yang panjang sekali-kali tidak bisa memberi manfaat untuk mencapai keridhaan Allah..
ya Allah bimbinglah hamba Mu ini selalu..
tetapkan hati hamba di atas agama Mu
Teguhkanlah iman hamba dan ridhailah hamba dalam keistiqomahan..
Ya Allah,, hindarkanlah aku dari fitnah dunia ya Allah..
Ya Allah ampunilah dosaku...
Aamiin...

Friday, May 10, 2013

Book Review: Bagaimana Seorang Muslim Berfikir?

May 10, 2013 0 Comments

Book Review: Bagaimana Seorang Muslim Berfikir?
by Harun Yahya









"Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai
Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka?Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya melainkan dengan tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya"
~QS Ar Ruum 30: 7-8~
Buku ini mengajak kita untuk memikirkan, tujuan-tujuan manusia diciptakan.. untuk apakah kita diciptakan oleh Allah? apakah kita hanya akan dibiarkan begitu saja? tanpa bertanggungjawab? untuk apa Allah menciptakan bumi ini, dengan kesempurnaannya sebagai tempat tinggal untuk manusia? dengan keindahannya? untuk apakah manusia diberi akal pikiran? diberi tubuh yang sungguh luar biasa sempurna?
Allah menguji kita dengan semua ini, untuk menyadari bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan kita, mencukupi kebutuhan kita, memberi kita pelajaran berharga...